5 Cara Raup Untung Besar dari Bisnis Penetasan Telur Entok

5-Cara-Raup-Untung-Besar-dari-Bisnis-Penetasan-Telur-Entok

Sekarang ini banyak sekali orang yang tertarik dengan bisnis pengadaan anakan entok, di berbagai macam daerah anakan entok memiliki banyak nama panggilan.

Untuk memudahkan dalam penamaan anakan entok maka sebuah komunitas entok yang ada di Facebook menyebut anakan entok menjadi DOE (day old entok), penyebutan nama ini biasanya pada anakan entok yang berusia 1-2 bulan, atau sebelum seluruh tubuhnya terpenuhi oleh bulu (tutup bulu).

Sementara itu, permintaan akan DOE ini sangatlah besar, terbukti dari beberapa peternak entok yang kewalahan memenuhi permintaan konsumen, bahkan para konsumen harus pesan DOE jauh-jauh hari sebelum telur entok menetas atau harus inden terlebih dahulu.

Tak hanya orang pribumi saja yang tertarik dengan bisnis pengadaan DOE ini, bahkan orang keturunan sudah ada yang melirik peluang ini dan sudah memulai memperbanyak indukan entoknya untuk dijadikan sebagai modal awal bisnis pengadaan DOE ini.

Sebagai seorang pribumi asli Jawa, penulis hanya dapat menginformasikan peluang bisnis ini ke sesama pribumi juga untuk dijadikan masukan agar dapat bersaing dengan orang keturunan yang umumnya memiliki modal lebih.

Kiat-kiat apa saja yang dibutuhkan dalam memulai bisnis pengadaan DOE ini, mari simak pembahasan singkat di bawah ini.

Indukan Berkualitas

Hal pertama untuk memulai bisnis pengadaan DOE tentunya kamu  harus mempunyai indukan yang berkualitas terlebih dahulu.

Saran saya sebaiknya kamu membeli indukan entok di peternaknya langsung, selain lebih bisa memilih sendiri calon indukan entok, kamu juga dapat menimba ilmu secara langsung dengan peternaknya.

Kenapa tidak membeli di pasar? Pendapat penulis, pasar merupakan tempat berkumpulnya berbagai macam hewan, dari yang sehat hingga yang sakit.

Selain kebersihan tempat membawa binatangnya pun kurang terjaga kebersihannya, maka banyak binatang yang dari peternaknya sehat ketika sudah masuk pasar kemungkinan besar akan tertular penyakit dari unggas yang lain.

Maka bila kamu menginginkan indukan yang sehat dan dengan niat untuk diternakkan maka ada baiknya kamu  membeli sendiri kepada peternaknya langsung.

Untuk jenis entok pun berbagai macam, menurut penulis pribadi bila kamu ingin memfokuskan bisnis pengadaan DOE kamu dapat memilih jenis entok yang dapat menghasilkan banyak telur seperti jenis entok meranti.

Penulis pernah memiliki pengalaman entok jenis ini sanggup bertelur paling banyak 25 butir telur, tentunya dengan pemberian makanan yang bermutu yang bisa kamu simak di bawah ini.

Pakan Bermutu

Untuk menghasilkan telur yang banyak, peternak harus memberi asupan pakan bermutu sehingga kebutuhan akan gizi entok terpenuhi.

Kamu dapat memberi pakan pabrikan yang biasa digunakan untuk pakan ayam broiler, dengan pakan tersebut yang sudah memiliki banyak kandungan seperti protein dan kalsium yang dibutuhkan oleh entok.

Bila menurut kamu pakan pabrikan terlalu mahal, kamu juga bisa membuat racikan pakan tersendiri dari berbagai macam bahan yang tersedia di lingkungan kamu.

Kamu  dapat memberikan pakan berupa campuran konsentrat pedaging (bukan untuk petelur) dengan dicampur jagung dan dedak, dengan ini setidaknya kebutuhan gizi entok juga terpenuhi.

Penetasan Alami

Lama waktu entok mengerami telur adalah 35 hari, cukup lama memang mengingat telur entok termasuk telur yang besar.

Penetasan secara alami memang memiliki kelebihan di prosentase keberhasilan yang mencapai 95%, tetapi kekurangannya yakni indukan entok hanya akan makan dan minum selama waktu mengerami dan tidak menghasilkan apapun hingga telurnya menetas.

Kamu bisa mengambil DOE yang baru menetas ini mulai dari umur 1 hari dan pisahkan dengan induknya. Selama waktu kurang lebih 2 minggu induk entok akan mengalami stress sehingga setidaknya 49 hari (waktu mengerami 35 hari + waktu stress 14 hari) entok tidak produktif.

Selama waktu stress indukan akan menggemukan badan kembali dan baru mau untuk kawin ketika stress sudah hilang.

Tetapi, bisa lebih efektif lagi bila kamu telah memiliki mesin tetas, bagi pemula yang belum memiliki modal kamu bisa menjual dulu anakan entoknya baru kemudian dibelikan mesin tetas.

Penetasan Menggunakan Mesin

Mengingat lamanya waktu entok dalam mengerami dan masa stressnya, para peternak pun punya cara yang lebih efektif untuk menghasilkan DOE, yaitu dengan menggunakan mesin tetas.

Setelah entok selesai bertelur, kamu  dapat mengambil telurnya dan dimasukkan ke mesin tetas, dan bagi entok sesudah bertelur hanya membutuhkan waktu 2 minggu untuk bisa bertelur kembali, sehingga kamu sebagai peternak tentunya semakin diuntungkan.

Sementara itu prosentase keberhasilan penetasan menggunakan mesin mencapai 90% keberhasilan. Kira-kira bagaimana setelah telur DOE tersebut menetas?Simak pemasaran DOE di bawah ini.

Pemasaran

Tidaklah mudah untuk memasarkan DOE ini, kamu bisa menawarkan pada kenalan kamu, atau pergi ke pasar untuk langsung memasarkannya, atau kamu bisa menggunakan cara yang lebih praktis yakni dengan menggunakan smartphone.

Yups, kamu bisa memposting DOE kamu di Facebook, tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan pembelinya. Sebab sekarang ini permintaan akan DOE sedang tinggi-tingginya.

Kemudian berapakah harga untuk DOE ini? Di daerah saya harga DOE ini untuk usia 1-7 hari berkisar antara Rp.10.000, tentunya kamu tidak hanya menjual satu ekor kan?

Karena setidaknya entok mampu bertelur 15 hingga 25 butir, kita ambil yang 15 saja sudah bis a150 ribu, itu hanya dari satu indukan, bayangkan bila kamu punya 10 ekor, atau 100 ekor indukan. Bagaimana? Bukankah sangat menggiurkan bisnis pengadaan DOE ini.

Nah, demikianlah tulisan sederhana ini penulis buat hanya sekedar menyampaikan uneg-uneg di dalam kepala saja, apabila artikel ini dapat memberikan kemanfaatan bagi pembacanya, sudi kiranya untuk mau menshare tulisan sederhana ini kepada teman-teman kamu. Terima kasih dan semoga bermanfaat.