Tipuan yang Tidak Disadari Pemilik Toko Online di Marketplace

Melihat tren yang semarak dalam belanja konsumen di marketplace sering membuat bisnis tergoda untuk bergabung dalam mencoba keberuntungan mereka di platform.

Namun sayangnya ada hal-hal yang belum dipahami oleh para pelaku bisnis bagaimana konsep penjualan di marketplace.

Karena jika pebisnis ingin lebih dulu mengeksplorasi konsep penjualan di marketplace, maka sebenarnya Anda yang ingin mengembangkan bisnis lebih profesional, akan menemukan banyak kekurangan penjualan di marketplace.

Ini karena ketika Anda menjual di marketplace, ada sejumlah penawaran yang benar-benar akan mengganggu kinerja bisnis.

Persaingan dan Perang Harga

Perangkap pertama yang jarang disadari pebisnis saat berjualan di marketplace adalah persaingan dan perang harga.

Ketika Anda menjual di marketplace, sebagian besar pembeli memang akan khawatir dengan harga yang Anda pasang.

Dengan kenyamanan konsumen untuk membandingkan harga antar toko, membuat perang harga di marketplace ini tidak terhindarkan.

Setelah kompetisi harga tinggi antara toko-toko di marketplace Anda tidak boleh menetapkan harga sewenang-wenang. Karena harga adalah salah satu hal terpenting yang tidak akan dilupakan konsumen ketika membeli.

Di pasaran sendiri dengan harga yang sudah terpasang, membuat konsumen akan mencari yang termurah. Bahkan dengan selisih 500 rupiah mereka akan dapat pindah ke toko termurah.

Anti Branding

Bagi Anda yang mengintensifkan popularitas branding, maka memilih marketplace sebagai tempat penjualan adalah kesalahan terbesar.

Mengapa? Karena, ketika Anda memilih marketplace, nama bisnis atau produk Anda akan segera ditelan oleh merek yang lebih besar yang disebut marketplace.

Jika Anda ingin bukti, dengarkan saja percakapan warga negara Anda sekarang. Bagaimana dia menyebut Bukalapak, Shopee, Lazada atau Tokopedia sebagai tempat pembelian mereka.

Jadi di mana nama toko Anda yang benar-benar menjual produk yang mereka beli? Tentu saja, seperti yang dinyatakan sebelumnya, nama bisnis Anda sepenuhnya ditelan oleh nama marketplace.

Jadi bagi Anda yang mencoba mempopulerkan nama bisnis atau merek, Anda harus menghindari marketplace sebagai tempat untuk menjual.

Pelanggan Anti Loyal

Berikutnya, jebakan yang bisa dialami bisnis ketika menjual di marketplace adalah pelanggan yang anti loyal. Mungkin suatu hari ada konsumen yang membeli produk di toko Anda.

Tetapi di marketplace, Anda tidak akan dapat menjamin bahwa konsumen akan kembali ke toko Anda untuk membeli lebih banyak produk.

Karena, ketika konsumen akan membeli lebih banyak barang, mereka hanya bisa mencari barang terlebih dahulu melalui mencari dan melihat toko lain yang memberikan harga lebih murah untuk dibeli.

Pelanggan anti loyal di marketplace ini juga disebabkan oleh tidak populernya nama toko atau bisnis Anda. Jadi konsumen juga dapat berkeliling toko ketika mereka akan melakukan pembelian.

Tanpa kendali

Anda yang membuka toko di marketplace harus siap dengan semua batasan yang ada. Anda tidak hanya tidak dapat mengetahui berapa banyak pengunjung yang dimiliki toko Anda, tetapi di marketplace ini Anda juga tidak dapat mengetahui kedatangan pengunjung toko.

Semua keterbatasan ini disebabkan oleh kontrol ketat terhadap marketplace. Data yang dapat diperoleh dari kunjungan atau pembelian konsumen memang penting untuk bisnis.

Karena data itu para pebisnis bisa dijadikan bahan untuk mengembangkan strategi pemasaran terbaik. Jadi berjualan di marketplace hanya membuat Anda dapat menerima pesanan, mengirim barang, dan menunggu barang diterima oleh konsumen.

Biaya komisi yang siap menunggu

Jebakan yang bisa dialami oleh pengusaha yang menjual barangnya di marketplace, yaitu komisi, siap menunggu. Biaya komisi adalah biaya atau biaya yang dibebankan oleh pihak penerbit kepada pihak yang bekerja sama dengan mereka.

Jadi setiap transaksi yang terjadi kemudian oleh pasar sebagai pemilik tempat akan dikenakan biaya sejumlah tertentu.

Biaya komisi ini tentu membuat penjual harus berpikir ekstra untuk memberi harga bagi produk tersebut. Karena jika mereka tidak menaikkan harga, biaya produksi tidak dapat ditutup, tetapi jika mereka menaikkan harga, mereka khawatir pembeli akan pergi. Dilema ini nantinya akan dialami oleh para pebisnis jika gerbang komisi telah diberlakukan oleh marketplace.